ALAT BANTU TUNANETRA BERBASIS MIKROKONTROLER
ALAT BANTU TUNANETRA BERBASIS MIKROKONTROLER
Esti
Dwiyanti
Teknik Elektro
Fakultas Teknik
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Cilegon,
Banten
![]()
Abstract-Alat
elektronik menjadi kebutuhan yang sangat diperlukan sekarang ini, tak
terkecuali bagi para penyandang tunanetra sebagai sarana mobilitas untuk
menjalani aktifitas sehari-hari. Pada jurnal ini menjelaskan rancangan alat
bantu atau sistem navigas dengan berbasis mikrokontroler. Alat yang mudah
dibawa dan dipergunakan dalam perjalanan untuk menunjukkan arah bagi penyandang
tunanetra dalam menjalani keseharian nya.
Keywords: tunanetra, mikrokontroler, Arduino
![]()
I.
Pendahuluan
Tunanetra adalah individu
dengan keterbatasan penglihatan. Tunanetra dapat di klasifikasikan dalam dua
golongan yaitu: buta total (blind) dan low vision. Dalam menjalani keseharian
harian nya para penyandang tunanetra harus lah mempelajari orientasi serta
mobilitas yang mana mempelajari tempat serta arah dengan menggunakan tongkat
putih (tongkat khusus tunanetra yang terbuat dari alumunium) dengan garis merah
disamping. Karakteristik dari penyandang tunanetra sendiri pada umum nya akan
curiga pada orang lain karena keterbatasan orientasi pada lingkungannya
sehingga kemampuan mobilitasnya pun terganggu, mudah tersinggung yang mana
pengalaamn sehari-hari yang dijalani akan menimbulkan rasa kecewa yang
mempengaruhi pada tekanan fisik atau verbal, serta ketergantungan pada orang
lain merupakan sifat yang mungkin saja terjadi karena belum sepenuhnya
mengatasi kesulitan sehingga mengharapkan pertolongan orang lain.
Salah satu aspek yang
menjadi gangguan yang paling membuat frustasi merupakan ketergantungan pada
orang lain yang mana membuat individu tersebut sebagai navigasi pada suatu
objek. Kebutaan adalah disabilitas yang selama ini sangat relative menghambat
terhadap penggunaan teknologi. namum pada sebagian orang tongkat putih menjadi alternative
yang telah digunakan sebagai sarana navigasi itu sendiri. Akan tetapi tongkat
putih sendii memiliki keterbatasan kemampuan untuk memeberikan independensi
arah kepada penggunanya. Salah satunya adalah tidak dapat nya mendeteksi
rintangan yang ada atau mendeteksi orang atau benda dengan jarak beberapa meter
saat dipergunakan.
Masalah yang sering dihadapi
oleh penyandang tunanetra adalah mobilitas dalam mengindari rintangan atau
arah. Yang secara umum informasi dapat diterima sebagai pejalan kaki dengan
penyandang tunanetra yaitu informasi tentang kehadiran, lokasi serta sifat dari
hambatan, selain itu tekstur, kemiringan, dan batas jalur atau permukaan jalan
serta orientasi sekitar.
Tujuan dari projek ini adalah dapat membantu penyandang
tunanetra dalam memeperoleh perangkat yang dapat memebantu dalam bepergian
tanpa bergantung pada orang lain secara mandiri, aman, serta percayadiri. Sistem
yang diusulkan melibatkan mikrokontroler dengan output suara. Alat ini adalah
bentuk mandiri alat elektronik portebel yang dapat membantu penyandang
tunanetra dalam berjalan berdasarkan rute yang didengar.
II.
Tinjauan Pustaka
Indera penglihatan
merupakan organ vital setiap manusia (Andreas and Wendanto, 2016). Sebagian
besar informasi dapat diperoleh melalui indera penglihat sehingga indera
penglihatan memiliki peran yang sangat penting (Muthmainnah, 2015). Untuk
menutupi kekurangan pada penyandang tunanetra, sebagian besar para penyandang
tuna netra menggunakan sebuah tongkat panjang sebagai alat navigasi mereka
untuk menentukan arah berjalan dan mendapatkan informasi tentang objek yang ada
disekitar mereka (Nugroho, 2011). Sistem kerja tongkat penyandang tuna netra
ini sangat mudah dipahami oleh penggunanya karena ketika tongkat ini menyentuh
sebuah objek yang ada disekitarnya maka otomatis sang penderita tuna netra akan
menghindari objek tersebut.
Namun, dengan kemajuan teknologi saat ini yang sudah
berkembang dengan pesat khususnya dalam kehidupan sehari-hari, sepertinya
tongkat tunanetra tersebut sudah dapat digabungkan dengan beberapa teknologi
yang telah berkembang saat ini, yaitu dengan dilakukannya perancangan sebuah
alat bantu navigasi tunanetra otomatis yang dapat digunakan sebagai alternatif
baru bagi penyandang tuna netra agar lebih efektif (Suhaeb, 2016).
Beberapa penelitian
Penelitian yang terkait dengan mikrokontroler dan sensor ultrasonik dilakukan
oleh (Al Hasan, Partha and Divayana, 2017) sementara penelitian tentang tongkat
tunatera menggunakan mikrokontroler dilakukan (Anung Budi Nugroho, 2011) dan
(Handri Jir Azhar, 2011).
Namun, dengan kemajuan
teknologi saat ini yang sudah berkembang dengan pesat khususnya dalam kehidupan
sehari-hari, sepertinya tongkat tunanetra tersebut sudah dapat digabungkan
dengan beberapa teknologi yang telah berkembang saat ini, yaitu dengan
dilakukannya perancangan sebuah alat bantu navigasi tunanetra otomatis yang
dapat digunakan sebagai alternatif baru bagi penyandang tuna netra agar lebih
efektif. Alat ini dirancang dengan menggunakan sensor ultrasonik sebagai alat
bantu pengendali dan memberikan sinyal kepada penyandang tunanetra tersebut
bahwa ada halangan atau suatu objek di depan mereka. Ketika ada suatu halangan
di depan mereka maka alat ini akan berbunyi dengan otomatis memberitahu bahwa
ada suatu halangan atau suatu objek di depan mereka.
Alat navigasi penyandang tunanetra otomatis
ini bekerja dengan memakai arduino uno sebagai mikrokontroller pengendali dan
memanfaatkan sensor ultrasonik sebagai alat yang memberikan sinyal kepada
penyandang tunanetra tersebut bahwa ada halangan atau suatu objek didepan
mereka secara otomatis, kemudian pengguna dapat merasakan adanya halangan
melalui umpan balik berupa suara dan memberikan umpan balik berupa getaran
melalui micro DC pada tongkat penyandang tunanetra tersebut.
III.
Metode

Gambar 1
Diagram Alir Penyelesaian Masalah

Gambar 2 Diagram
Alir Penyelesaian Masalah
Uraian Diagram Blok sebagai berikut
a. Baterai 9V dengan kapasitas arus
3000 mA sebagai sumber daya untuk semua komponen-komponen Prototipe Tongkat
Navigasi Tunanetra 3 arah.
b. Arduino ATmega 328 sebagai otak
atau pengontrol seluruh sistem pada Tongakat Navigasi Tunanetra.
c. Sensor Ultrasonik depan, kanan,
dan kiri membaca jarak yang telah di tentukan sebagai input yang akan di proses
arduino dengan mikrokontoler Atmega 328 untuk memerintah buzzer dan motor
vibrasi.
d. Buzzer sebagai output untuk
memberi penanda jika ada penghalang atau objek melalui suara.
e. Motor vibrasi sebagai output untuk
memberi penanda jika ada penghalang atau objek melalui getaran.
Pada proses pembutan
sebuah prototipe membutuhkan perancangan perangkat keras. Sebagai penunjang
kinerja prototipe yang akan di buat.

Gambar 3 Rangkaian
Driver Seluruh Komponen
Keterangan untuk Gambar 2 :
a. Sensor Ultrasonik
Depan Vcc - pin 5V, GND – GND, Echo – pin 3, dan Trig – pin 4
b. Sensor Ultrasonik Kanan Vcc – pin 5V, GND – GND, Echo –
pin 8, dan Trig – pin 9
c. Senseor Ultrasonik Kiri Vcc - pin 5V, GND – GND, Echo –
pin 11, dan Trig – 12
d. Buzzer (+) ke pin 6 dan GND ke GND
e. Motor vibrasi (+) ke Buzzer dan GND ke GND
f. Baterai (+) ke (+)
Arduino dan (–) ke (–) Arduino
g. Saklar terhubung ke (+) Baterai.
Pada proses
pembuatan prototipe mebutuhkan perancangan perangkat Lunak. diagram alir
prototipe.

Gambar
4 Diagram Alir Tongkat Tunanetra Sensor Ultrasonik Depan.

Gambar
5 Diagram Alir Tongkat Tunanetra Sensor Ultrasonik Kanan

Gambar
6 Diagram Alir Tongkat Tunanetra Sensor Ultrasonik Kir
Daftar Pustaka
[1] Sulistyo, M.O. (2013). Tongkat Navigasi Tunanetra Berbasis Arduino Atmega 328 Menggunakan
Sensor Ultrasonik. 9
[2] Jeki, K. (2019). Implementasi (GaBlind) Alat Bantu Navigasi Tunanetra Menggunakan Sensor
Max Sonar Berbasis Arduino. Information Teknoligi Jurnal Vol.1 No.4.
Agustus 2019, 1-5.
[3] Dolly, A. H. (2019). Implementasi Tongkat Cerdas sebagai Alat Navigasi bagi Penyandang Tuna
Netra. Prosiding Seminar Nasional Komunikasi dan Informatika: 17-20
[4] Mounir, M. A. (2011). A Navigation Aid for Blind People. J
Intell Robot Syst. 64:387–400
[5] Hayes, A. D. (1983). Human Navigation By Sound. Phys. Techno1
, Vol 14, 1-8
[6] Rahman, S.A. (2022). An automated navigation system for blind
people. Bulletin of Electrical Engineering and Informatics Vol. 11, No. 1,
February 2022, 1-12
[7] Santhosh, T. R. (2020). BLI – NAV Embedded Navigation System for
Blind People.1-6
Komentar
Posting Komentar