ALAT BANTU TUNANETRA BERBASIS MIKROKONTROLER

 

ALAT BANTU TUNANETRA BERBASIS MIKROKONTROLER

Esti Dwiyanti

Teknik Elektro

Fakultas Teknik

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Cilegon, Banten

 3332190002@untirta.ac.id


Abstract-Alat elektronik menjadi kebutuhan yang sangat diperlukan sekarang ini, tak terkecuali bagi para penyandang tunanetra sebagai sarana mobilitas untuk menjalani aktifitas sehari-hari. Pada jurnal ini menjelaskan rancangan alat bantu atau sistem navigas dengan berbasis mikrokontroler. Alat yang mudah dibawa dan dipergunakan dalam perjalanan untuk menunjukkan arah bagi penyandang tunanetra dalam menjalani keseharian nya.

Keywords: tunanetra, mikrokontroler, Arduino



I.      Pendahuluan

Tunanetra adalah individu dengan keterbatasan penglihatan. Tunanetra dapat di klasifikasikan dalam dua golongan yaitu: buta total (blind) dan low vision. Dalam menjalani keseharian harian nya para penyandang tunanetra harus lah mempelajari orientasi serta mobilitas yang mana mempelajari tempat serta arah dengan menggunakan tongkat putih (tongkat khusus tunanetra yang terbuat dari alumunium) dengan garis merah disamping. Karakteristik dari penyandang tunanetra sendiri pada umum nya akan curiga pada orang lain karena keterbatasan orientasi pada lingkungannya sehingga kemampuan mobilitasnya pun terganggu, mudah tersinggung yang mana pengalaamn sehari-hari yang dijalani akan menimbulkan rasa kecewa yang mempengaruhi pada tekanan fisik atau verbal, serta ketergantungan pada orang lain merupakan sifat yang mungkin saja terjadi karena belum sepenuhnya mengatasi kesulitan sehingga mengharapkan pertolongan orang lain.

Salah satu aspek yang menjadi gangguan yang paling membuat frustasi merupakan ketergantungan pada orang lain yang mana membuat individu tersebut sebagai navigasi pada suatu objek. Kebutaan adalah disabilitas yang selama ini sangat relative menghambat terhadap penggunaan teknologi. namum pada sebagian orang tongkat putih menjadi alternative yang telah digunakan sebagai sarana navigasi itu sendiri. Akan tetapi tongkat putih sendii memiliki keterbatasan kemampuan untuk memeberikan independensi arah kepada penggunanya. Salah satunya adalah tidak dapat nya mendeteksi rintangan yang ada atau mendeteksi orang atau benda dengan jarak beberapa meter saat dipergunakan.

Masalah yang sering dihadapi oleh penyandang tunanetra adalah mobilitas dalam mengindari rintangan atau arah. Yang secara umum informasi dapat diterima sebagai pejalan kaki dengan penyandang tunanetra yaitu informasi tentang kehadiran, lokasi serta sifat dari hambatan, selain itu tekstur, kemiringan, dan batas jalur atau permukaan jalan serta orientasi sekitar.

Tujuan dari projek ini adalah dapat membantu penyandang tunanetra dalam memeperoleh perangkat yang dapat memebantu dalam bepergian tanpa bergantung pada orang lain secara mandiri, aman, serta percayadiri. Sistem yang diusulkan melibatkan mikrokontroler dengan output suara. Alat ini adalah bentuk mandiri alat elektronik portebel yang dapat membantu penyandang tunanetra dalam berjalan berdasarkan rute yang didengar.

II.   Tinjauan Pustaka

Indera penglihatan merupakan organ vital setiap manusia (Andreas and Wendanto, 2016). Sebagian besar informasi dapat diperoleh melalui indera penglihat sehingga indera penglihatan memiliki peran yang sangat penting (Muthmainnah, 2015). Untuk menutupi kekurangan pada penyandang tunanetra, sebagian besar para penyandang tuna netra menggunakan sebuah tongkat panjang sebagai alat navigasi mereka untuk menentukan arah berjalan dan mendapatkan informasi tentang objek yang ada disekitar mereka (Nugroho, 2011). Sistem kerja tongkat penyandang tuna netra ini sangat mudah dipahami oleh penggunanya karena ketika tongkat ini menyentuh sebuah objek yang ada disekitarnya maka otomatis sang penderita tuna netra akan menghindari objek tersebut.

Namun, dengan kemajuan teknologi saat ini yang sudah berkembang dengan pesat khususnya dalam kehidupan sehari-hari, sepertinya tongkat tunanetra tersebut sudah dapat digabungkan dengan beberapa teknologi yang telah berkembang saat ini, yaitu dengan dilakukannya perancangan sebuah alat bantu navigasi tunanetra otomatis yang dapat digunakan sebagai alternatif baru bagi penyandang tuna netra agar lebih efektif (Suhaeb, 2016).

Beberapa penelitian Penelitian yang terkait dengan mikrokontroler dan sensor ultrasonik dilakukan oleh (Al Hasan, Partha and Divayana, 2017) sementara penelitian tentang tongkat tunatera menggunakan mikrokontroler dilakukan (Anung Budi Nugroho, 2011) dan (Handri Jir Azhar, 2011).

Namun, dengan kemajuan teknologi saat ini yang sudah berkembang dengan pesat khususnya dalam kehidupan sehari-hari, sepertinya tongkat tunanetra tersebut sudah dapat digabungkan dengan beberapa teknologi yang telah berkembang saat ini, yaitu dengan dilakukannya perancangan sebuah alat bantu navigasi tunanetra otomatis yang dapat digunakan sebagai alternatif baru bagi penyandang tuna netra agar lebih efektif. Alat ini dirancang dengan menggunakan sensor ultrasonik sebagai alat bantu pengendali dan memberikan sinyal kepada penyandang tunanetra tersebut bahwa ada halangan atau suatu objek di depan mereka. Ketika ada suatu halangan di depan mereka maka alat ini akan berbunyi dengan otomatis memberitahu bahwa ada suatu halangan atau suatu objek di depan mereka.

 Alat navigasi penyandang tunanetra otomatis ini bekerja dengan memakai arduino uno sebagai mikrokontroller pengendali dan memanfaatkan sensor ultrasonik sebagai alat yang memberikan sinyal kepada penyandang tunanetra tersebut bahwa ada halangan atau suatu objek didepan mereka secara otomatis, kemudian pengguna dapat merasakan adanya halangan melalui umpan balik berupa suara dan memberikan umpan balik berupa getaran melalui micro DC pada tongkat penyandang tunanetra tersebut.

III. Metode

Gambar 1 Diagram Alir Penyelesaian Masalah

Gambar 2 Diagram Alir Penyelesaian Masalah

Uraian Diagram Blok sebagai berikut

a. Baterai 9V dengan kapasitas arus 3000 mA sebagai sumber daya untuk semua komponen-komponen Prototipe Tongkat Navigasi Tunanetra 3 arah.

b. Arduino ATmega 328 sebagai otak atau pengontrol seluruh sistem pada Tongakat Navigasi Tunanetra.

c. Sensor Ultrasonik depan, kanan, dan kiri membaca jarak yang telah di tentukan sebagai input yang akan di proses arduino dengan mikrokontoler Atmega 328 untuk memerintah buzzer dan motor vibrasi.

d. Buzzer sebagai output untuk memberi penanda jika ada penghalang atau objek melalui suara.

e. Motor vibrasi sebagai output untuk memberi penanda jika ada penghalang atau objek melalui getaran.

Pada proses pembutan sebuah prototipe membutuhkan perancangan perangkat keras. Sebagai penunjang kinerja prototipe yang akan di buat.

Gambar 3 Rangkaian Driver Seluruh Komponen

 

Keterangan untuk Gambar 2 :

 a. Sensor Ultrasonik Depan Vcc - pin 5V, GND – GND, Echo – pin 3, dan Trig – pin 4

b. Sensor Ultrasonik Kanan Vcc – pin 5V, GND – GND, Echo – pin 8, dan Trig – pin 9

c. Senseor Ultrasonik Kiri Vcc - pin 5V, GND – GND, Echo – pin 11, dan Trig – 12

d. Buzzer (+) ke pin 6 dan GND ke GND

e. Motor vibrasi (+) ke Buzzer dan GND ke GND

 f. Baterai (+) ke (+) Arduino dan (–) ke (–) Arduino

g. Saklar terhubung ke (+) Baterai.

Pada proses pembuatan prototipe mebutuhkan perancangan perangkat Lunak. diagram alir prototipe.

 

Gambar 4 Diagram Alir Tongkat Tunanetra Sensor Ultrasonik Depan.

 

Gambar 5 Diagram Alir Tongkat Tunanetra Sensor Ultrasonik Kanan

 

 

Gambar 6 Diagram Alir Tongkat Tunanetra Sensor Ultrasonik Kir

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

[1]        Sulistyo, M.O. (2013). Tongkat Navigasi Tunanetra Berbasis Arduino Atmega 328 Menggunakan Sensor Ultrasonik. 9

[2]        Jeki, K. (2019). Implementasi (GaBlind) Alat Bantu Navigasi Tunanetra Menggunakan Sensor Max Sonar Berbasis Arduino. Information Teknoligi Jurnal Vol.1 No.4. Agustus 2019, 1-5.

[3]        Dolly, A. H. (2019). Implementasi Tongkat Cerdas sebagai Alat Navigasi bagi Penyandang Tuna Netra. Prosiding Seminar Nasional Komunikasi dan Informatika: 17-20

[4]        Mounir, M. A. (2011). A Navigation Aid for Blind People. J Intell Robot Syst. 64:387–400

[5]        Hayes, A. D. (1983). Human Navigation By Sound. Phys. Techno1 , Vol 14, 1-8

[6]        Rahman, S.A. (2022). An automated navigation system for blind people. Bulletin of Electrical Engineering and Informatics Vol. 11, No. 1, February 2022, 1-12

[7]        Santhosh, T. R. (2020). BLI – NAV Embedded Navigation System for Blind People.1-6

 

 

 

Komentar